Skip to main content

Posts

Showing posts from March 21, 2014

Pengukuran Jarak Titik Poligon ke Pojok Bangunan dan Perhitungan Titik Poligon

Kali ini saya akan memberikan kepada kita semua sesuai janji saya terdahulu lanjutan materi Perhitungan Sudut Horizontal bagian 3 dan 4 dengan judul   " Pengukuran Jarak Titik Poligon ke Pojok Bangunan dan Perhitungan Titik Poligon” sebagai berikut : Pengukuran Jarak Titik Poligon ke Pojok Bangunan Pengukuran ini dilakukan terhadap pojok bangunan ditinjau dari satu atau lebih dari titik poligon. Hal ini dimaksudkan untuk koreksi dalam penggambaran agar diperoleh gambar yang benar. Pengukuran ini menggunakan theodolit 0 (T0) dengan rumus : D = (BA – BB) x 100 sin 2 z Penggambaran dari titik 1 Dengan dasar α 12 dan jarak d 12 , maka penggambaran titik dapat dilakukan. Demikian selanjutnya sampai titik 5. Sudut β merupakan sudut dalam poligon. Perhitungan Titik Poligon Agar lebih jelas dan mudah, cara dan perhitungan poligon sebagai kerangka peta dapat disajikan dengan cara pengisian tabel koordinat sebagai berikut : Tabel 4.3. Contoh Perhit...

Pengukuran Beda Tinggi

Materi selanjutnya adalah materi ke 5 dari Perhitungan Sudut Horizontal dengan judul  Pengukuran Beda Tinggi adalah : Pengukuran Sipat Datar Memanjang WP = Water Pass Keterangan : Kolom (1) dan (7)     : Letak titik-titik dengan rambu berada Kolom (2)                  : Data hasil percobaan waterpass ke rambu muka dan belakang dan               data benang tengah ( stand II ) Contoh : Stand I   :        BT belakang    = 1,525 m                         BT muka         = 1,415 m Stand II :         BT belakang    = 1,440 m      ...

Materi Ilmu Ukur Tanah I

Bagi saudara(i) para pencari informasi mengenai Materi ilmu ukur 1 tanah saya akan mencoba berbagi kepada kita semua, walaupun saya masih belajar tentang hal tersebut sbb : PERHITUNGAN DAN PENGGAMBARAN A. Perhitungan Sudut Horisontal Perhitungan sudut horisontal digunakan untuk mendapatkan besaran sudut dalam poligon (β), dengan β adalah selisih nonius belakang (rata-rata) dengan nonius muka (rata-rata). Tabel 4.1. Contoh Perhitungan Sudut Horisontal Tempat Alat Kedudukan Teropong Arah Bidikan Bacaan Skala Lingkaran Mendatar Sudut       B Sudut  Rata–rata Sudut      LB I II Rata – rata o ¢ ² o ¢ ² o ¢ ² o ¢ ² (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 B 2 000 00 00 000 00 00 000 00 00 130 130 130 ...